Tampilkan postingan dengan label bahasa asing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa asing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2009

My Student's Artwork


Belajar bahasa Inggris di E-Learning for Kids tidak semata-mata menuntut anak untuk menghafal kosakata. di sini kami juga bermain sambil belajar, juga membuat karya seni berbasis komputer. Karya seni yang dibuat tentu tidak semata-mata dibuat. Guru kami akan meminta mereka memilih cerita dalam bahasa Inggris dan menterjemahkannya dalam karya seni yang akan mereka buat sesuai dengan imajinasi masing-masing.

Ini adalah upaya kami untuk menyeimbangkan peran otak kiri dan kanan mereka. Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian.

Kamis, 18 Juni 2009

QUICK FIX 1

Belajar bahasa asing sering kali harus pula melibatkan studi tentang budaya asal bahasa tersebut. Penterjemahan langsung dari bahasa asing ke bahasa ibu kita kadang-kadang menjadikan istilah tersebut misscontext dan terdengar lucu di telinga penutur asli, bahkan kadang dapat menimbulkan kebingungan. Berikut ini beberapa contoh yang saya ambil dari majalah Kangguru Indonesia edisi Juni 2009 :
1. Kasian deh lo diterjemahkan menjadi 'pity you' (terdengar aneh dan lucu bagi penutur asli)
lebih baik menggunakan 'what a shame' atau 'poor you'
2. Tolong buka (lepas sepatunya) ------------------'please open your shoes'
lebih tepat dengan 'please take off your shoes'
3. Saya suka warna biru---------------------------'I like blue colour'
yang betul 'I like blue'
4. Polisi tidur----------------------'sleeping policeman'
Istilah di sono 'speed bumps'


Pasti aneh kalau kita dengan pe-de nya nyerocos bahwa 'there are some sleeping policemen around my neighborhood'. Para penutur asli mungkin akan mengira kita tinggal di kompleks asrama polisi

Jumat, 15 Mei 2009

Usia Tepat Untuk Belajar Bahasa Asing

Pada dasanya, 3 tahun pertama kehidupan seorang anak adalah masa penyerapan informasi yang begitu besar. karena itulah masa ini disebut dengan golden age. Pembelajaran bahasa dapat distimulasi sedini mungkin, bahkan sejak dari dalam kandungan. Tetapi seorang psikolog menyatakan bahwa anak akan siap untuk belajar bahasa kedua (bahasa asing selain bahasa ibu) adalah pada usia 3-12 tahun. Pada masa ini kalau pembelajaran dilakukan dengan cara yang efektif maka bukan tidak mungkin anak kita dapat berbicara dalam bahasa asing dengan pelafalan seperti penutur aslinya.
Pada usia di atas 12 tahun bukannya tidak efektif untuk belajar bahasa asing tetapi daya serapnya jelas berbeda dengan anak usia dini (3-12) tahun.


Berikut ini ada beberapa tips untuk mengajarkan bahasa asing pada anak:
  1. Ciptakan suasana yang menyenangkan dan bebas dari paksaan agar memudahkan anak menguasai bahasa asing.
  2. Penguasaan bahasa apapun akan optimal jika bahasa tersebut dipergunakan sehari-hari. Seorang anak akan menyerap kemampuan berbahasa asing jika banyak berlatih. Jadi sedapat mungkin ciptakan lingkungan berbahasa asing di sekitar anak kita, misalnya menonton film anak tanpa subtitle atau sulih suara
  3. Konsisten dalam berkomunikasi dengan anak. sebisa mungkin ajaklah anak untuk berbicara dalam bahasa asing
  4. Tahap selanjutnya adalah memasukan/mengikutkan si kecil pada kursus pelatihan bahasa untuk usia dini.
  5. Jangan menyalahkan atau mentertawakan si kecil bila ia salah dalam berbahasa. Dalam berlatih bahasa asing, benar atau salah adalah nomor dua, yang pertama adalah keberanian untuk salah.